Senin, 19 September 2011

makalah sejarah nabi muhammad saw

SIROH NABI MUHAMMAD
Makalah Yang Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah
Sejarah Peradaban Islam

Dosen :








Semester II Kelas B Kelompok I :
Wahyu Saripudin 1210201109
Rina Rahmawati 1210201092
Sofiah 1210201100
Iyis irnawati 12102010
Munadi syarif 12102010

JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2011

hal 2
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji kami panjatkan kepada allah SWT berkat ridlo dan inayahnya kami dapat menyusun makalah sejarah peradaban islam yang berjudul Nabi Muhammad SAW. Taklupa solawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW,keluargannya,dan sahabatnya.
Sebagai seorang muslim patut dan sepantasnya kita mengetahui sejarah Nabi kita semua. Yang kita jadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pertanyaannya apakah kita mengetahui siapa rasulullah itu? Bagaimana sejarah hidupnya?. Bagaimana mau mencontohnya kalau tidak mengetahuinya.
Maka daripada itu, dalam makalah ini kami ingin membahas mengenai perjalan hidup rasulullah, dimulai dari lahir sampai dengan kematiannya, sistem dakwah yang digunakan ketika di mekah maupun dimadinah, dan dibahas pula rasulullah sebagai pemimpin negara ketika periode madinah. Kami berharap makalah ini bisa bermaanfaat bagi kita semua. Sebagai penginngat dan sebagai bahan kajian bagi kita semua.
Tentu dalam penulisan ini tidak kami kupas secara komprehenship dikarenakan keterbatasan kami semua.,tentu juga tidak akan lepas dari kesalahan penulisan. Mohon krtik dan sarannya untuk kemajuan dan perbaikan kami semua.
Bandung, 20 september 2011

Penulis
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1 Perumusan Masalah ............................................................................. 2 Tujuan Pembahasan.............................................................................. 2 Manfaat dan Kegunaan......................................................................... 2 BAB II NABI MUHAMMAD SAW..................................................................... 3
Riwayat Hidup Nabi Muhammad saw...................................................3 Periode Mekah : Muhammad Sebagai Pemimpin Agama.....................8 Periode Madinah : Muhammad sebagai Pemmimpin Agama dan Pemerintahan....................................................................................... 17 BAB III SIMPULAN............................................................................................ 29
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 30


hal 3.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Dalam sejarah, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah seorang tokoh agung yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat jahiliah dan paganis di Jazirah Arab. Dia adalah Muhammad bin ‘Abdullah, rasul terakhir dan penutup para nabi. Perjalanan kehidupannya adalah sebuah sejarah kepemimpinan yang sangat penting bagi umat manusia. Suri teladan yang ada pada diri rasulullah SAW yang menjadi panutan umat islam. Sebagaimana firman allah :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah (Q.S. Al-Ahzab : 21).
Suri teladan yang ada pada diri rasulullah SAW tidak akan bisa kita ketahui pada zaman sekarang tanpa kita mengetahui dan mempelajari sejarah-Nya. Maka dari pada itu dalam makalah ini kami bahas dalam BAB II tentang Nabi muhammad SAW. Yang kami bagi kedalam tiga sub bab yakni : 1. Riwayat hidup Nabi, 2. Periode mekah : Nabi sebagai pemimpin agama, 3. Periode Madinah: Nabi sebagai pemimpin agama dan negara.
B. Perumusan Masalah Dari latar belakang masalah diatas dapat kami rumuskan permasalahan yang akan kami bahas dalam makalah ini diantaranya :
Bagaimana riwayat hidup Nabi Muhammad SAW? Bagaimana peran Nabi Muhammad SAW pada periode mekah? Bagaimana peran Nabi Muhammad SAW pada periode madinah? C. Tujuan Pembahasan Tujuan pembahasan makalah ini yakni :
Untuk mengetahui riwayat hidup nabi muhammad SAW. Untuk mengetahui peran Nabi Muhammad SAW pada periode Mekah. Untuk mengetahui peran Nabi Muhammad SAW pada periode Madinah. D. Manfaat dan Kegunaan Pembahasan Manfaat dari pembahasan makalah yanng berjudul Nabi Muhammad ini yakni untuk lebih mengetahui dan memahami sejarah/ siroh yang dapat kita ambil ‘ibrah dalam kehidupan zaman sekarang ini. Adapun kegunaan pembahsan ini yakni untuk menambah hasanah keilmuan dan kami gunakan sebagai materi dalam diskusi kelas pada mata kuliah sejarah peradaban islam.


BAB II
NABI MUHAMMAD SAW
A. Riwayat Nabi Muhammad SAW
Setiap individu Muslim wajib mempelajari sirah Nabi Muhammad saw untuk dijadikan titik balik kesadaran. Tentunya anda sudah mengetahui bahwa :
1. Salah satu anugerah Allah Swt yang tak terperikannilainya adalah terselamatkannya sejumlah besar data sabda-sabda Nabi Muhammad saw yang sahih.
2. Sirah kehidupan Nabi Muhammad itu beserta detailnya terdokumentasi dengan baik dan itu berbeda dengan nasib nabi lain (Murtadha Muthahhari,2006:1).
Nabi Muhammad Saw lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun gajah yang bertepatan dengan tanggal 20 April 570 M. Tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw lahir pada hari senin pagi , tanggal 9 Rabi’ul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April 571 M(SyaikhShafiyyur-RahmanAl-Mubarakfury,2000:75).
Tahun kelahiran Nabi Muhammad dinamai tahun gajah karena 50 hari sebelum kelahiran beliau, datang Abrahah al-Habsy, gubernur kerajaan Habsy (Ethiopia) di Yaman, beserta pasukannya berjumlah 60.000 personel yang mengendarai gajah untuk menghancurkan ka’bah. Abrahah marah karena gereja besar (al-Qulles) yang dibangunnya di Shan’a ibu kota Yaman , temboknya dilumuri kotoran oleh seseorang dari Bani Kinanah. Abrahah mendirikan gereja tersebut karena melihat bangsa Arab setiap tahun berbondong-bondong ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji ke sana. Namun, usaha Abrahah gagal karena beliau dan seluruh bala tentaranya dihancurkan oleh Allah Swt. Dengan mendatangkan burung Ababil yang membawa batu dari neraka dan melempari mereka sehingga terserang wabah penyakit yang mematikan. Seluruh tentaranya langsung bergelimpangan bersama gajah-gajahnya, sedangkan Abrahah kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia. Peistiwa ini disebutkan dalam surat al-Fil (105) ayat1-5 (RatuSuntiah,2010:30). Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah anak Abdul Muthalib, seorang kepala suku Quraisy yang besar pengaruhnya, dan ibunya Aminah binti Wahab dari bani Zuhrah. Setelah Aminah melahirkan, dia mengirim utusan ke tempat kakeknya, Abdul Muthalib, untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran cucunya. Maka Abdul Muthalib datang dengan perasaan suka cita, lalu membawa beliau ke dalam Ka’bah, seraya berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dia memilihkan nama Muhammad bagi beliau. Nama ini belum pernah dikenal dikalangan Arab(Syaikh Shafiyyur-RahmanAl-Mubarakfury,2000:75).
Ayah Nabi Muhammad meninggal sebelum beliau dilahirkan (3 bulan dalam kandungan). Beliau pertama-tama diasuh oleh Halimah binti Abi Dua’ib as-Syadiyah dari kampung Bani sa’ad selama empat tahun. Tetapi wanita pertama yang menyusui beliau setelah ibundanya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab , yang kebetulan sedang menyusui anaknya yang bernama Masruh (Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury,2000:76) . Ketika ibunya meninggal, Nabi berusia enam tahun. Setelah Aminah meninggal, Abdul muthalib yang merawat Nabi Muhammad saw selama dua tahun. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib. Wanita yang pertama kali menyusui beliau setelah ibundanya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab. Ketika Berusia 12 tahun Nabi Muhammad saw ikut pertama kali dalam khalifah dagang ke syria (syam) yang dipimpin oleh abu Thalib. Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu dengan pendeta kristen bernama Buhaira di Bushra sebelah selatan Syria. Pendeta ini melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita-cerita keristen. Waktu berusia 14 tahun, Nabi Muhammad saw ikut terlibat dalam perang Fijar ke IV, antara suku Quraisy dan Kinanah di satu pihak dengan suku Hawazin di pihak lain (Ratu Suntiah,2010:31) . Dinamakan Perang Fijar, karena terjadi pelanggaran terhadap kesucian tanah haram dan bulan-bulan suci. Rasulullah saw ikut bergabung dalam peperangan ini, dengan cara mengumpulkan anak-anak panah bagi paman-paman beliau, untuk dilemparkan kembali ke pihak musuh. (Sirah An-Nabawiyah, Ibnu Hisyam, 1/184-187; Qalbu Jaziratil-Arab, hal.260; Muhadharat Tarikil-Umam Al-Islamiyah, Al-Khadhry, 1/63)
Pada awal masa remajanya Rasulullah saw tidak mempunyai pekerjaan tetap. Hanya saja beberapa riwayat menyebutkan bahwa beliau biasa menggembala kambing dikalangan Bani Sa’d dan juga di Makkah dengan imbalan uang beberapa dinar. (Fiqhus-Sirah, Muhammad Al-Ghazaly, hal 52)
Kemudian, pada saat Nabi Muhammad berusia 25 tahun , beliau menikah dengan Siti Khadijah yang berusia 40 tahun. Pernikahannya dengan Khadijah melahirkan 6 orang anak yaitu; Fatimah, Ummi Kultsum, Jainab, Ruqayyah, Qasim dan Abdullah. Semua putra beliau meninggal dunia selagi masih kecil. Sedangkan semua putri beliau sempat menjumpai Islam, dan mereka masuk Islam serta ikut hijrah. Hanya saja mereka semua meninggal dunia selagi beliau masih hidup, kecuali Fathimah. Dia meninggal dunia selang enam bulan sepeninggal beliau, untuk bersua dengan beliau. (Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury,2000:84)
Ketika usia Rasulullah 40 tahun, 13 tahun sebelum hijriah tepatnya tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, Allah mengutus beliau kepada seluruh manusia untuk memberi kabar gembira dan peringatan serta menjadi rahmat sekalian alam. Untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran dan untuk mewujudkan mereka kepada jalan yang lurus. Pada saat itu Nabi Muhammad sedang berada di gua Hira, datang malaikat jibril menyampaikan wahyu pertama yaitu 5 ayat dari surat al-alaq. Setelah wahyu pertama datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama. Sementara Nabi Muhammad menantikannya dan selalu datang ke gua Hira. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yang membawa perintah kepadaya untuk menyebarkan ajaran Islam(Q.S. al-Mudatsir (74) ayat 1-7). Perintah ini dilanjutkan dengan perintah berikutnya yakni dakwah kepada kerabat yang dekat-dekat (Q.S as-Syuara (26) ayat 214), kemudian diperintahkan untuk berdakwah kepada semua umat manuasia secara umum (Q.S al-Hijr (15) ayat 94). (Ratu Suntiah,2010:33) Selama hidupnya, Rasulullah mengarungi rumah tangga dengan Khadijah binti khuwailid selama 25 tahun, 15 tahun sebelum diangkat menjadi Rasul dan 10 tahun setelah menjadi Rasul. Setelah Siti Khadijah meninggal dunia, Rasulullah menduda selama 3 tahun lalu menikah dengan Saudah binti Zam’ah yang berusia 63 tahun (10 tahun lebih tua dari Nabi). Kemudian berturut-turut menikahi Aisyah binti Abu Bakar as-Shidiq (satu-satunya gadis yang dinikahi Rasul,selainnya adalah janda), Hafsah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Zainab binti Jahsyin, Ummu Salamah (Hindun), Ummu Habibah (Ramlah binti Abu Sufyan),Juwariyah binti al-Harist, Shafiyah binti Huyyai, Mariyah qibtiyah (Budak pemberian Raja Mesir, Muqauqis, yang dimerdekakan oleh Rasulullah) dan Maimunah binti al- Harits(RatuSuntiah,2010:34).
Jadi, penulis dapat menyimpulkan dari berbagai sumber yang didapat bahwa Nabi Muhammad saw lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun gajah. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah binti Wahab dari bani Zuhrah. Adapula Halimah bin Abu Dzu’aib yang menyusui Nabi Muhammad. Pada usia 25 tahun , beliau menikah dengan Siti Khadijah yang berusia 40 tahun.
Rasulullah saw berbicara tentang berbagai hal, masalah akhlak,fikih,filsafat,dan irfan. Sungguh pada diri Rasulullah itu ada teladan yang baik. Rasulullah adalah pusat kehidupan yang harus kita manfaatkan dengan baik. (Murtadha Muthahhari,2006:5)





B. Periode Mekah : Muhammad Sebagai Pemimpin Agama Dalam sejarah, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah seorang tokoh agung yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat jahiliah dan paganis di Jazirah Arab. Dia adalah Muhammad bin ‘Abdullah, rasul terakhir dan penutup para nabi. Perjalanan kehidupannya adalah sebuah sejarah kepemimpinan yang sangat penting bagi umat manusia. Secara umum, kepemimpinannya dapat dibagi ke dalam dua periode, yaitu periode Mekkah dan Madinah.
Periode Mekkah adalah masa yang dimulai dari diangkatnya beliau menjadi Rasul hingga hijrah ke Madinah. Mekah merupakan pusat kegiatan agama bangsa arab.disana ada peribadatan terhadap ka’bah dan menyembah terhadap berhala dan patung patung yang disucikan seluruh bangsa arab. Hal ini membutuhkan semangat besar yang tidak biasa goyah oleh musibah dan kesulian. Maka Dalam mengahadapi kondisi seperti ini, tindakan yang paling bijak adalah memulai da’wah dengan sembunyi sembunyi ,agar penduduk mekah tidak kaget karena tiba tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka.( Sarah Nabawiyah,2008,99).
Proses Turunnya Wahyu Yang Pertama
Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah terlalu terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, berkontemplasi ke gua hira, bebarapa kilometer di utara kota mekah. Disana Muhammad mula-mula ber jam-jam kemudian berhari-hari bertafakur.
Periode mekah bagi Nabi adalah masa ketika beliau berada dikota mekah sejak menerima wahyu pertama sampai ke Yatsrib (madinah).masa antara Nabi menerima wahyu pertama pada tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611.Sampai beliau hijrah ke Yatsrib pada hari jum’at tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1 H ( Tahun ke 13 dari kenabiaan ) adalah 13 tahun 6 bulan.selama perode mekah tersebut, Nabi Muhammad SAW berperan sebagai pemimpin agama.perkataann pemimpin agama adalah orang yang memberikan petunjuk (tuntunan) dan mengajarkan tentang persoalan-persoalan agama. Perkataan ini sejalan dengan peran Nabi Muhammad SWT. Dikota mekah yakni sebagai pemimpin agama (da’i dan pendidik).(sejarah peradaban islam,2011,35)
Nabi Muhammad SAW Dalam Berdakwah
Dalam proses penantian Jibril, turun wahyu yang membawa perintah kepada Rasulullah. Wahyu itu berbunyi sebagai berikut yang artinya”Hai orang-orang yang berkumpul (berselimut),bangunlah,lalu berilah peringatan! Dan tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah,dan perbuatan dosa tinggalkanlah,dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk memenuhi perintah tuhanmu,bersabarlah.(Q.S. Al-Muddatstsir 1-7).(sejarh peradaban islam,2011,35).Yang disebut dalam ayat-ayat diatas yaitu, bertauhid kepada allah dan meninggalkan ilah dan berhala-berhala yang mereka sembah.
Dengan turunnya perintah itu mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau melakukannya secar diam-diam di lingkungannya sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib beliau.
Orang yang pertama masuk ke dalam Islam adalah istrinya Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Haritsah serta Ummu Aiman. Setelah mereka menyusul Ammar bin Yasir, Khabab bin al-Arat, ‘Utsman bin Affan, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’d bin Abi Waqqas, Talhah, Arqam, Sa’id bin Zaid, Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Mazh’un, Ubaidah dan Shuhaib al-Rumi. Beliau menyeru Mereka kepada pokok-pokok agama islam, dan juga menyeru siapa pun yang dirasa memiliki kebaikan. Sasaranya adalah orang yang beliau sangat kenal secara baik dan dan mereka punmengenal beliau secara baik.yaitu mereka yang sangat memang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran,dan mereka mengenal kebenaran dan ketulusan beliau. Misi rahasia ini berlangsung kira-kira tiga tahun, selama ini empat puluh orang memeluk Islam. Para pemeluk Islam yang pertama-tama ini terdiri dari orang miskin, bahkan banyak dari mereka yang berasal dari hamba sahaya.( Sejarah Peradaban Islam,2008,99).
Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktu ini telah terbentuk sekelompok orang-orang mukmin yang senantiaa mengokohkan hubungan persaudaraan dan saling kerja sama. Penyampaian dakwah terus dilakukan,hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah SAW menampakan dakwah kepada kaumnya dengan terang-terangan,menjelaskan kebatilanmereka dan menyerang berhala-berhala sesembahan mereka.(sirah Nabawiyah,2008,102)
“ Dan,berilah peringan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat”(Syu’ara:214)
Setelah menerima perintah Allah untuk menyiarkan ajaran Islam secara terbuka Rasulullah kemudian naik ke atas bukit Shafa, Ia memanggil bangsa Quraisy. Ketika mereka telah berkumpul, ia minta anggota keluarganya dari Bani Abdu Manaf untuk mendekat. Lalu, ia berpidato: “Apakah saudara-saudara percaya bila kukabarkan bahwa ada bala tentara musuh yang mendekat dari balik bukit?” “Tentu kami percaya, karena engkau selalu jujur”, jawab mereka serentak. Kemudian Nabi meneruskan, “kamu sekalian adalah orang yang terdekat kepadaku dari suku Quraisy. Saya minta saudara untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bila saudara menolak maka saya tidak akan menolong kamu sekalian baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bila saudara beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, saya akan menjadi saksi bagi saudara sekalian di zhadapan Allah. Bila saudara mengabaikan ajaran Allah, maka tentu saudara akan celaka”. Begitu Nabi diam, tiba-tiba Abu Lahab, salah seorang paman Nabi berkata dengan marah: “Celaka engkau hai Muhammad! Hanya untuk inikah engkau panggil kami?” Lantas mereka bubar meninggalkan bukit Shafa dan tidak ambil peduli terhadap apa yang diucapkan oleh Muhammad saw.
Seruan beliau terus bergema keseluruh penjuru mekah hingga kemudian turun ayat yang artinya: “ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan (kepadamu) dan berpaling lah dari orang-orang yang musyrik” ( Al-Hijr,15:94). Kemudian Rasulullah SAW langsung bangkit menyerang berbagai khurafat dan kebohongan syirik dengan menyebutkan posisis berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki nilai.ketidak berdayaan berhala-berhala itu beliau gambarkan dengan beberapa contoh perumpamaan,disertai penjelasan-penjelaan bahwa barangsiapa yang menyembah berhala dan menjadikan sebagai perantara antara dirinya dengan Allah maka dia berada dalam kesesatan yang nyata.(sirah Nabawiyah,2008,107)
Mereka menyadari semua itu. Tapai apa yang harus mereka bisa lakukan untuk menghadapi orang yang jujurdan dapat di percaya ini,menghadapi gambaran tertinggi dari nilai kemanusiaan dan berakhlaq yang mulia?sepanjang sejarah nenek moyang dan perjalanan berbagai kaum,mereka tidak pernah mengetahui perbandingan yang seperti itu. Apa yang hendak mereka lakukan? Mereka benar-benar bingung dan memang layak untuk bingung.( Sirah Nabawiyah,2008,107)
Setelah menguras pikiran, mereka tidak menemukan jalan lain kecuali mendatangi paman beliau, Abu Thalib.mereka meminyta kepadanya agar menghentikan segala apapun yang dilakukan anak saudaranya.untuk menguatkan permintaan ini,mereka menggunakan selubung nenek moyang dan hakikat, dengan berkata,” ajakan untuk ajakan meninggalkan sesembahan mereka dan menyatakan bahwa sesembahan mereka itu tidak bisa memberi manfaat dan tidak akan menghasilkan apa pun, mereka mengaggapnya sebagai pelecehan yang telak dan pnghinaan yang sangat keras, sekaligus merupakan pembodohan harapan-harapan kami dan menyesatkan terhadap nenek moyang mereka, y ng sejak dahulu mereka sudah beradapada agama ini”.(sirah Nabawiyah,2008,108)
Mereka merasa mendapatkan jalan ini.oleh karena itu mereka langsung melaksanakannya.”wahai Abu Thalibsesungguhnua anak saudaramu telah mencaci maki sesembahan kami,mencela agama kami,membodohkan harapan-harapan kami dan menyesatkan nenek moyang kami. Engkau dapat mencegahnya agar tidak mengganggu kami atau biarkan antara dia dan kami,karna engkau juga sama seperti kami untuk menentangnya,sehingga kita bisa mencegahnya.dengan kata yang halus dan penolakan yang lembut Abu Thalib menolak permintaan mereka.maka mereka pun pulang dengan tangan hampa, sehingga Rasulullah SAW bisa melanjutkan dakwah,menampakan agama allah dan menyeru kepadanya.
Suatu hari Nabi saw pergi ke Ka’bah di Masjidil Haram dan mengucapkan kalimat syahadah dengan suara yang keras. Lalu tindakan ini dipandang sebagai penghinaan yang amat besar terhadap Ka’bah dan adapt istiadat Quraisy, maka muncullah kerusuhan dan orang kafir mulai menyerang Rasul. Harits bin Abi Hala yang telah memeluk Islam, segera keluar rumah hendak menyelamatkan Rasulullah, tetapi beliau malah terbunuh menjadi syahidz Begitulah penentangan para kafir Quraisy kepada Rasul dan muslimin. Namun Muhammad saw dan pengikutnya tetap meneruskan misi Islam secara terbuka. Seiring itu, penindasan dan penganiayaan yang tidak manusiawi terhadap kaum Muslimin makin lama makin menigkat. Orang-orang Quraisy bahkan semakin semangat berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan misi Nabi saw. Orang-orang yang berpengaruh seperti Abu Bakar, Utsman dan Zubair juga tidak terkecuali. Orang-orang muslim yang miskin banyak ditangkapi lalu dilempari batu kerikil di lembah yang amat panas dan dijemur di bawah terik matahari pada siang hari. Bilal, budak dari Abyssinia milik orang kafir Mekkah, dipaksa tidur telentang di atas pasir yang membara di tengah hari, lalu dadanya ditindihi batu besar sehingga ia tidak bisa menggerakkan anggota badannya sedikitpun. Kemudian Bilal diminta untuk melepaskan keislamannya, namun ia tetap bertahan dalam ketauhidannya walaupun tengah disiksa. Lantas Abu Bakar membeli budak ini dan memerdekakannya.
Cara-cara orang Quraisy menghadang Dakwah
Ejekan,penghinan,olok-olok dan penertawaan.hal ini mereka maksudkan untuk melecehkan orang-orang muslim dan meremehkan mental mereka. Menjelek-jelekan ajaran beliau,membangkitkan keraguan-keraguan,menyebarkan argumen-argumen yang menyangsikan ajaran-ajaran beliau dan diri beliau. Menandingi Al-Quran dengan dongeng orang-orang dahulu dan menyibukan manusia dengan dongeng-dongeng itu,agar mereka meninggalkan Al-Qur’an. Menawarkan beberapa bentuk kesepakatan,sehingga dengan penawaran itu mereka berusaha mensikritisan islam dan Jahiliyah ditengan jalan.(Sirah Nabaiyah,2008,114)
Adapun sebab-sebab yang mendorong kaum yang Quraisy menentang agama islam dan kaum muslim adalah:
Persaingan merebut kekuasaan, dimana kaum Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabiaan dan kekuasaan, atau antara kenabian dan kerajaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada agama Muhammad berarti tunduk kepada kekuasaan Bani Abdul Muththalib. Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara kasta bangsawan dan kasta hamba sahaya,tidak diakuai oleh kasta bangsawan kaum Quraisy. Takut bangkit. Dimana kaum Quraisy tidak menerima aliran islam bahwa manusia akan hidup kembali sesudah mati dan adanya pembalasan di akhirat. Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat berakar pada bangsa arab. Memperniagakan patung,dimana pemahat dan penjual patung serta penjaga-penjaga ka’bah memandang agama islam sebagai penghalang rizki. Peran Nabi Muhammad bukan hanya seorang pemimpin agama saja tetapi juga seorang pendidik juga. Allah SWT mengajar Rasul-Nya, sedangkan Rasulullah mencamkam dan menghayati ilmu ilahi yang diterimanya itu di dalam jiwa beliau hingga menjadi bagian dari hakekat hidup beliau sendiri.setelah itu beliau mengajarkan kepada orang-orang dengan penuh ketekunan dan kesungguhan. ( Sejarah Peradaban Islam,2011,38)
Alasan-alasan yang menyebabkan Nabi Muhammad di kata mekah hanya berfungsi sebagai pimpinan agama adalah?
Nabi muhammad belum memiliki kekuasaan politik Nasution menyatakan bahwa di periode mekah, umat islam umat islam belum sempat membentukmasyarakat yang teratur,karena senantiasa mendapat tentangan dan tekanan keras dari golonganpedagang yang memegang kekuasaan dikota itu.
Ayat-ayat Al-Qur’an masih berlangnsung terus dan belum membawa ajaran hidup Bermasyarakat
Turunya al-Qur’an dengan cara tahap demi tahap adalah kehendak Allah yang Maha Bijaksana,karena soal waktu merupakan bagian dari terapi kejiwaan,bagian dari proses kehidupan politik bangsa-bangsa dan juga merupakan bagian dari penetapan hukum-hukum yang harus berlaku.
Nabi Muhammad tidak mempunyai kekuatan ekonomi. Mekah yang terletak ditengah-tengah garis perjalannan dagang itu menjadi kota dagang.dagang dikota ini dipegang oleh Quraisy dan sebagian orang-orang yang berada dan berpengaruh mereka dalam masyarakat.
Jumlah umat islam masih sedikit, sehingga mereka hidup sebagai kelompok minoritas.







C. Periode Madinah 1) Nabi Muhamad berdakwah di Madinah
Sebelum kita mebahas tentang dakwah Rosululloh saw, kekota Madinah terlebih dahulu kita perlu tahu tentang hijrah dan keteranganya. Kata hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti” meninggalkan suatu perbuatan “atau menjauhkan diri pergaulan” atau yang lebih tepatnya perpindah dari satu tempat ketempat yang lain”
Sebelum Nabi Muhamad berdakwah di Madinah,beliau telah terlebih dahulu berdakwah di Mekah. Ketika beliau berdakwah di Mekah banyak sekali mendapat perlakuan yang tidak baik dari kaum Mekah,maka Nabi memutuskan untuk berhijrah dari Mekah ke Madinah,keputusan ini di ambil setelah sepuluh tahun berdakwah di Mekah tidak mendapat perlakuan yang baik dari kaum Mekah maka beliau memutuskan untuk hijrah ke Yatsrib/ Madinah.
Kedatangan Nabi Muhamad sangat di sambut baik oleh kaum Yatsrib/Madinah. Di Madinah Nabi saw memfokuskan untuk membina suwatu Agama dalam bidang keimanan,pendidikan islam,pendidikan ahlaq, bidang pendidikan,bidang kesehatan dan kemasarakatan (Samsul Nizam,Op.Cit,h.13)
Periode Madinah adalah dimana Nabi Muhamad berada dikota Mdinah hinga beliau wafat. Masa hijrah Nabi Muhamad pada hari jum’at tagal 12 Rabi’ul Awwal 1 H( tahun ke-13 dari kenabianya) sampai beliau wafat pada hari senen 12 Rabi’ul Awwal 11 H/8 juni 632 M adalah 10 tahun. Hijrah Nabi Muhamad dari Mekah ke Madinah bukan karena beliau takut akan ancaman masarakat Quraisy,tetapi sebagai seterategi pengembangan islam.
Melihat kenyataan seperti itu akhirnya nabi memandang bahwa kota Makkah tidak dapat dijadikan lagi pusat dakwah. Karena itu, Nabi pernah mengunjungi beberapa negeri seperti Thaif, untuk dijadikan sebagai tempat pusat dakwah, namun ternyata tidak bisa, karena penduduk Thaif juga memusuhi Nabi. Oleh karena itu, Nabi memilih kota Madinah (Yastrib ) sebagai tempat hijrah kaum Muslimin, dikarenakan beberapa faktor antara lain :
Madinah adalah tempat yang paling dekat dengan Makkah Sebelum jadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan penduduk madinah karena kakek nabi, Abdul Mutholib, mempunyai istri orang Madinah Penduduk Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiiki sifat yang lemah lembut Nabi Muhammad SAW mempunyai kerabat di madinah yaitu bani Nadjar Bagi diri Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allh SWT. Madinah tanagnya subur,sehingga sangat mendukung bagi umat islam untuk memenuhi kebutuhan materi. Adanya sahabat penolong (Anshar) yang siap berkorban jiwa raga demi pengembangan Islam Adanya hasrat kuat suku-suku Aus dan Khazaraj yang merupakan mayoritas warga madinah, karena mereka sangat menginginkan sekali mengangkat seorang hakam (juru damai) yang bukan dari warga madinah ,namun sangat adil,yang pada giliranya mereka dapat memperoleh perdamain yang lestari (Arnold,Thomas W.1979) Pada tahun ke-13 sesudah Nabi Muhammad diutus, 73 orang penduduk Madinah berkunjung ke Makkah untuk mengunjungi Nabi dan meminta beliau agar pindah ke Madinah. Dikarenakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penduduk Madinah mudah menerima ajaran Islam yaitu :
Bangsa arab Yastrtib lebih memahami agama-agama ketuhanan Karena mereka sering mendengar tentang Allah, wahyu, kubur, hisab, berbangkit, surga dan neraka. Penduduk Yastrib memerlukan seorang pemimpin yang mampu mempersatukan suku-suku yang saling bermusuhan. Selama dalam perjalanan ke Madinah beliau mengalami banyak gangguan selain diganggu oleh Suraqah yang mengejar beliau sekaligus pembunuh bayaran, beliaupun sempat singgah ke Kubah dan mendirikan masjid yang dikenal dengan Masjid Kuba, dalam Al-Qur'an disebut dengan Masjid Taqwa . Masjid inilah yang pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
Setelah ada berita bahwa Nabi Muhammad dalam perjalanan menuju kota Madinah maka kaum Muslimin Madinah sudah nenunggu kedatangan beliau dengan penuh kerinduan dan penghormatan. Pada hari jum'at itu pula Nabi untuk pertama kali mengadakan Shalat Jum'at bersama kaum Muhajirin dan Anshor.
Setelah Nabi menetap di Madinah, barulah Nabi mulai mengatur semua untuk kebaikan dan kepentingan penduduk Madinah serta kepentingan umat Islam. Peristiwa hijrah nabi ke Madinah akhirnya dijadikan sebagai awal perhitungan tahun hijriah.
Tetapi semua rencana Nabi Muhamad saw tidak semudah itu jalaninya,karena masih saja kaum Qurasy tidak terima atas kelakuan Nabi yang akan mempersatukan Agama Islam. Setelah kaum Quraisy mengetahui bahwa sebagean dari kaum muslimin telah berpindah dari Mekah ke Madinah dengan diam-diam ,kaum Quraisy telah meliht dengan tiba-tiba banyak rumah-rumah kaum muslimin yang telah kosong,lambat laun mereka juga mendengar bahwa kaum muslimin di Madinah telah berjanji dengan sekuat-kuatnya kepada Nabi saw.
Makin lama,mereka makin sakit hati dan perasan mereka makin mendongkol melihat perbuatan-perbuatan Nabi saw,dan pengikutnya,kian hari kemarahan mereka kian naik serta pikiran mereka kian pusing dan kacau,apa yang mereka hendak perbuat untuk memadamkan dan melenyapkan semangat para pengikut nabi muhamad? Ahirnya terpikir oleh mereka maka tiada jalan kecil kecuali membunuh Nabi Muhamad saw terlebih dahulu.apabila suatu kaum pemimpinya sudah meninggal apa yang akan di perbuat oleh pengikut-pengikutnya.
Sejak sat itu mereka selalu mengintai pergerakan Nabi saw siang dan malam,dengan maksud jikala mereka bertemu dengan Nabi di tempat yang sunyi akan di bunuh. Akan tetapi maksud mereka yang kejam dan keji tidak pernah tercapai sehinga kemarahan mereka makin memuncak. Nabi saw belum pernah berpikir bahwa kaum Quraisy merencanakan sesuatu yang keji terhadap diri beliau.
Tatkala beliau bertabligh di mina kepada orang-orang haji dari luar negri beliau di lempari batu dan pasir oleh kaum Qurasy ,beliau juga mendapat cacian dan makian yang sangat pedih dari kaum Quraisy terutama oleh Abu lahab. Kemudian Alloh menurunkan wahyu pada nabi muhamad Qs.Al-maa’idah yang artinya “Alloh mempelihara kamu (Muhamad) dari ganguan manusia.
Oleh sebab itu walaupun beliau menghadapi bahya yang sangat mengancam keselamatan diri beliau,beliau tidak sedikit pun merasa gentar atau takut karena beliau yakin bahwa urusan hidup dan mati itu semata-mata kekuasaan Alloh swt.
Nabi tidak mundur setapak pun dalam mengerjakan perintah Alloh dan tetap pula berdakwah tentang Agama Islam kepada semua orang baik yang sudah menjadi pengikut Nabi maupun yang memusuhi Nabi saw. Beliau menyerahkan semua tipu muslihat kepada Alloh karena Alloh lah Yang Maha Pemenang.
Pada periode Madinah, Nabi berperan sebagai kepala agama dan kepala pemerintahan. Peran kepala agama telah di sandang Nabi Muhamad saw sudah di sandang sejak beliau di angkat menjadi Rosul Alloh ketika menerima wahyu yang pertama di gua Hira Mekah. Sementara itu peran nabi sebagai kepala negara beliau emban sejak kedatanganya ke madinah ketika hijrah dari Mekah. Adapun peroses pengangkatan nabi sebagai Kepala Negara di awali dari permintaan suku Aus dan Khazraj yang berjumlah 73 orang dalam Baiat Akbar II yang pada akhirnya diaklamasikan kepada semua warga Madinah bahwa Dia adalah Hakam mereka.

Berkenaan dengan difungsikanya Nabi sebagai hakam,secara teoritis sama dengan menjadikanya sebagai embiro kepala negara (Arnold,Thomas W.op.cit,h.29).
Pada masarakat yang masih sederhana,nilai-nilai kekuasan negara yang terdiri dari legislatif,yudikatif,dan eksekutif( teori John Loke,1632-1704,dan Montesque ,1689-1755) pada dasarnya berada pada kekuasan satu orang. Artinya pada masarakat sederhana kekuasan negara cenderung bersifat diktator,meski dalam hal ini kediktatoran suatu kekuasan lebih di tentukan olelh attitude figur penguasanya
.
Setelah sampai di Madinah beliau mulai membangun umat dengan keteladanan, langkah awal ialah :
Mempersaudaraan kaum muhajirin dan Anshor Dalam rangka memperkokoh daulah Islam di Madinah, Nabi Muhammad saw mempersaudarakan kaum muslimin yang satu dengan yang lainnya. Di samping maksud di atas. Juga dimaksudkan untuk menambah teguhnya persatuan umat Islam dan akrabnya hubungan Muhajirin dan Anshor. Yang dipersaudaraan oleh diberi contoh oleh Rasul dengan mengangkat tangan Ali bin Thalib dan menyatakan ”Ini saudaraku” setelah itu diikuti oleh masing- masing mereka memilih saudara angkatnya sendiri. sebagai berikut:

No
Muhajirin
Anshor
1
Abu Bakar
Khrijah bin Zuhair
2
Umar bin Khatttab
Itban bin Malik
3
Bilal bin Rabah
Abu Ruwaihah
4
Amir bin Abdillah
Sa’ad bin Muadz
5
Abdul Rahman bin Auf
Sa’ad bin Rabi’
6
Zubair bin Awwam
Salamah bin Salamah
7
Usman bin Affan
Aus bin Tsabit
8
Thalhah bin Ubaidillah
Ka’ab bin Malik
9
Abu Huzaifah bin Utbah
Ubbah bin Bisyr
10
Ammar bin Yasir
Huzaifah bin Al Yaman

Membangun masjid Kurang lebuh 7 bulan setelah hijrahnya beliau dari Mekah ke Madinah. Beliau mulai membangun masjid dan rumah sendiri. Pertama-tama Nabi saw mengumpulkan keluarganya dari Bani Najjar untuk di mintai kesediaan nya tanahya untuk di bangun masjid,setelah di bicarakan dengan baik maka di putuskan bahwa tanah milik As’ad bin Zurarah sebagai kepunyaan kedua anak yatim tersebut.dan sebagian tanah kaum misrikin yang rusak.setelah beberapa hari masjidpun selesai di bangun dengan sangat sederhana dan di sebelah masjid di dirikan rumah untuk tempat Nabi tinggal.(K.H Moenawar Calil,jilid .1)
Membentuk persodaran dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam. Membentuk pasukan tentara untuk mengatisipasi ganguan-ganguan yang dilakukan oleh musuh. Belum cukup dua tahun tinggal di Madinah,beliau mengumadangkan piagam Madianh yang mengatur kehidupan dan hubungan atara komunitas-komunitas yang merupakan komponen masarakat Madinah. Piagam tersebut dianggap oleh para pakar ilmu politik Islam sebagai kontitusi atau undang-undang dasar bagi negara Islam pertama yang didirikan oleh Nabi Muhamad saw,di madinah. Dengan demikian ,Nabi bukan haya sebagai kepala pemerintahan,namun beliau juga sebagai pendiri negara Islam pertama di muka bumi ini (Munawir Sadzali.1993,h.10-15).
2. Priode kepemerintahan Nabi Muhammad di Madinah.
Menuru Munawir Sadzali, batu- batu besar yang telah diletakan oleh Piagam Madinah sebagai landasan bagi kehidupan bernegara untuk masyarakat majemuk madinah adalah: 1. semua pemeluk islam, meskipun berasal dari banyak suku, tetapi merupakan satu komunitas. 2. hubungan sesama antara aggota komunitas Islam dan antara anggota komunitas islam dan antara anggota komunitas islam dan anggota komunitas- komunitas lain di dasarkan atas prinsip- prinsip: (a) bertetangga baik. (b). saling membantu dan menghadapi musuh bersama; (c) membela mereka yang teraniaya;(d) saling menasehati; dan(e) menghormati kebersamaan.(Munawir Sadzali.Ibid,h.15-16)
Sementara itu, W. Montgomery Watt dalam Jaih Mubarok menyatakan bahwa bagian- bagian piagam madinah adalah: (a) orang- orang beriman dan yang mengikuti mereka adalah suatu komunitas yang utuh (pasal 1); (b)setiap suku atau bagian dari suku masyarakat Madinah bertanggung jawab terhadap harta rampasan atau uang tebusan atas nama masing- masing anggotanya (pasal 2-11); (c) setiap anggota masyarakat diharapkan menunjukan kekompakan dalam menghadapi tindak kriminal, agar tidak membantu tindakan kriminal sekalipun untuk kluarga terdekatnya yang tindakan itu bersangkutan dengan anggota masyarakat lain (pasal 13 dan 21); (d) setiap anggota masyarakat diharapkan menunjukan kekompakan dalam menghadapi orang- orang yang tidak beriman, baik dalam situasi damai maupun perang (pasal 14,17,19,44), dan solidaritas dalam pemberian perlindungan terhadap tetangga (pasal 15); dan (e) orang yahudi yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat adalah miliknya dan mereka harus menjaga agama mereka sendiri mereka dan umat islam harus saling membantu termasuk bantuan militer apabila diperlukan(pasal 24-35,37,38,dan 46).(Jaih Mubarok,Op.Cit,h.31)
Adapun unsur-unsur negara pada negara madinah adalah: 1. adanya dimensi wilayah madinah,2. adanya dimensi penduduk madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj, Anshar, Muhajirin, Yahudi, Nasrani,dll.3. adanya Muhammad sebagai kepala negara, 4. adanya piagam madinah yang dijadikan sebagai undang- undang disamping Alquran dan assunah.
Disampin itu negara madinah telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai negara yang berdaulat yang memiliki beberapa sifat negara yang berdaulat,yaitu:
1. Bersifat memaksa, artinya agar negara dapat tertib dan aman,negara berkuasa untuk menggunakan kekerasan secara fisik,sekaligus agar peraturan agar ditaati shingga tidak menimbulkan anarki.
2. Bersifat monopoli, artinya, dalam menetapkan rencana- rencana untuk menetapkan tujuan bersama untuk masyarakat, negara mempunyai hak untuk monopoli.
3. Bersikap mencakup semua, semua aturan untuk diperlakukan semua rakyat tanpa terkecuali.
Demikian pula, bila diperhatikan dari pungsi negara, negara madinah mempunyai fungsi:
Perlindungan konstitusional, selain syariat islam melindungi hak- hak individu, hak hidup, hak kemerdekaan, hak mencari pengetahuan, hak atas enghargaan, hak mempunyai milik dan lain- lain.(Ali,Amir Said.1977.h.40) Independensi dalam membuat keputusan. Nabi secara pribadi dan para sahabatnya yang mewakili badan lembaga yudikatif secara sadar, menegakan syariat islam, selalu menghukum walaupun terhadap anaknya sendiri. Diberikan kebebasan bagi rakyat dalam mengeluarkan pendapat. Hal ini disebabkan karena dalam perdagangan islam, persamaan hak mutlak harus disamakan. Karena yang mulia di sisi tuhan hanyalah orang yang bertaqwa.(Iqbal,Muhamad.1982.h.218) Dari sisi sipat-sipat kepala Negara, nabi memiliki sifat yang sangat layak:
Knowledge/keilmuan. Nabi mempunyai sumber ilmu yang menjadikannya sangat cakap dalam menjalankan roda pemerintahan Skill/ kecakapan mengoprasionalkan seluruh teori- teori yang ada. Attitude/sikap Mental yang mulia. Nabi adalah manusia yang banyak dipuji oleh lawan maun kawan, semua itu karena Muhammad adalah orang yang sangat mencintai makhluk tuhan, dia adalah manusia yang sangat santun lagi lemah lembut pada musuh amanah dalam perjanjian benar dalam kata dan perbuatan.(Khan,Al-Madjid.1985). Sebagai kepala Negara Muhammad saw selalu mengedepankan musyawarah,” hal ini dapat dipahami dari firman Allah, “dan bagi orang-orang yang mematuhi seruan Allah dan mendirikan salat, sedangkan urusan mereka selesaikan/putuskan dengan musyawarah diantara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian rezki yang kami berikan mereka.”(QS.Asyuura:38). Bahkan, dalam musyawarah Muhammad saw mengikuti pendapat suara terbanyak meskipun berbeda pendapat dengan pendapat pribadi beliau ( Nurcholish Majdid,Op,Cit.h 196).
Dalam rangka menguatkan tatanan masyarakat dan Negara Madinah Muhammad saw meletakkan dasar-dasar kemasyarakatan yaitu pertama, pembangunan masjid, selain untuk tempat salat juga untuk sarana pemersatu umat Islam pada waktu itu, sebagai temapt msuyawarah, pusat pemerintahandan pendidikan. Kedua, ukhuwwah islamiyyah, persaudaraan sesame muslim. Ketiga, menghubungkan tali persaudaraan dengan pihak lain yang tidak beragam Islam. Selain itu Muhammad saw juga menjalin perjanjian dengan golongan lain untuk menjaga stabilitas keamana Madinah (Badri Yatim.2006.h 26)
Perjanjian yang dibuat oleh Muhammad saw merupakan sebuah konstitusi yang dibuat untuk mengatur jalannya pemerintahan. Sebagai kepala pemerintahan Muhammad saw membentuk tentara dan membuat aturan tentang peperangan, pertama umata islam didizinkan berperang dengan dual asana, pertama untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya. Kedua menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalang-halanginya .(Ibid). Dari kutipan tersebut dapar dicermati bahwa Muhammad saw cepat tanggap terhadap kedudukannya sebagai kepala Negara, kesigapan tersebut tercermin dari kebijakannya yang segera membuat aturan–aturan yang memungkinkan kedamaian dan ketentraman terwujud di Medinah.
Secara umum kepemimpinan Rasullulah saw di Medinah sukses, kesuksesan tersebut dapat dipahami dari keberhasilan Rasulullah saw membangun masyarakat tunduk kepada hukum. Masyarakat majemuk yang hidup rukun dan damai dalam bingkai keislaman.




BAB III
SIMPULAN
Simpulan dari tiap-tiap sub bab ,penulis dapat menyimpulkan dari berbagai sumber yang didapat bahwa Nabi Muhammad saw lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun gajah. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah binti Wahab dari bani Zuhrah. Adapula Halimah bin Abu Dzu’aib yang menyusui Nabi Muhammad. Pada usia 25 tahun , beliau menikah dengan Siti Khadijah yang berusia 40 tahun.Rasulullah saw berbicara tentang berbagai hal, masalah akhlak,fikih,filsafat,dan irfan. Sungguh pada diri Rasulullah itu ada teladan yang baik. Rasulullah adalah pusat kehidupan yang harus kita manfaatkan dengan baik. (Murtadha Muthahhari,2006:5)
Secara umum kepemimpinan Rasullulah saw di Medinah sukses, kesuksesan tersebut dapat dipahami dari keberhasilan Rasulullah saw membangun masyarakat tunduk kepada hukum. Masyarakat majemuk yang hidup rukun dan damai dalam bingkai keislaman.










Daftar Pustaka

Suntiah, ratu dan maslani.2010. sejarah peradaban islam. Bandung : CV. Insan Mandiri. Chalil, moenawar.2001. kelengkapan tarikh Nabi Muhammad. Jakarta : Gema insani. Badri, yatim.2006. Sejarah peradaban islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo persada. Muthahari,murtadha.2006. sirah sang nabi jakarta : Al-Huda. Al-mubarakfury Rahman, Shafiyyursyaikh.2000. Sirah Nabawiyah. Jakarta: pustaka al-kautsar.

1 komentar: